INFO (021) 3908836
Login Alumni Register
  • HOME
  • profile
    • Visi Misi dan Value
    • About
    • Sejarah Sekolah
    • Video Tour
    • Profil Guru
  • event
    • news
    • agenda
  • article
  • gallery
  • PPDB
  • achievement
  • creative corner
  • Facility
  • Extracurricular
HUT Ke 219 KAJ

Jalan Santai Dalam Rangka HUT Keuskupan Agung Jakarta

Oleh Filia Elvina dan Nathanael Gavindra Agastyanto


Sabtu, 9 Mei 2026, peserta didik SMP Tarakanita 3 memperoleh kesempatan istimewa untuk ikut serta ambil bagian dalam hari ulang tahun ke-219 Keuskupan Agung Jakarta (KAJ). Dalam rangka memperingati hari ulang tahun KAJ, komisi Hubungan Antaragama dan Kemasyarakatan Keuskupan Agung Jakarta menyelenggarakan kegiatan jalan santai kerukunan dan kebhinekaan lintas agama. Selama jalan sehat berlangsung, peserta didik SMP tarakanita 3 ikut serta membantu menjaga kebersihan lingkungan sekitar Katedral. Di balik kemeriahan ribuan umat yang memadati area Katedral Jakarta, tiga siswa dari SMP Tarakanita 3 bersama perwakilan dari sekolah Tarakanita lainnya, turun langsung memastikan kebersihan lingkungan dalam perayaan HUT Keuskupan Agung Jakarta (KAJ) ke-219, Sabtu (9/5). Aksi ini menjadi perwujudan nyata dari tema besar acara tahun ini, yakni Syukur 219 Tahun KAJ dalam Menjaga Keutuhan Alam Ciptaan. 

Tantangan utama muncul usai sesi pembagian konsumsi kepada para peserta. Tim kebersihan harus memilah sampah sisa makanan dari kotak kemasan secara manual. Para siswa sempat menghadapi keraguan saat harus menyentuh sampah dengan tangan kosong. “Memisahkan kotak makanan dengan sisa di dalamnya menjadi rintangan bagi kami. Namun kami tetap melakukannya meski tanpa sarung tangan,” ungkap Agastyanto saat menjelaskan situasi di lapangan.

Filia Elvina menambahkan bahwa tantangan terbesar bagi tim, awalnya ada rasa takut menjadi kotor. Namun, perspektif mereka berubah saat melihat aksi nyata seorang suster di lokasi acara yang ikut memilah sampah tanpa ragu. "Tantangan terbesar bagi kami adalah rasa takut akan kotor dan sampah yang berserakan, namun kami tersadar setelah melihat seorang suster yang dengan penuh kesadaran membantu memilah sampah bahkan dengan tidak mengenakan sarung tangan," ujar Elvina. "Tangan mungkin akan kotor, tapi tangan yang kotor masih dapat kita cuci dengan sabun, bagaimana dengan lingkungan yang penuh dengan sampah? Mengembalikannya tidak akan semudah mencuci tangan," tambahnya. 

Kesuksesan dalam menjaga kebersihan ini bukan hanya kerja keras tim siswa dan panitia lingkungan hidup, melainkan hasil kolaborasi harmonis dengan seluruh umat. Para peserta jalan santai menunjukkan kesadaran lingkungan yang tinggi dengan membuang sampah pada tempatnya dan mudah diajak bekerja sama. Partisipasi aktif para peserta dalam menjaga sampah mereka sendiri sangat membantu dalam meringankan tugas tim kebersihan di lapangan. ‎​Hingga acara berakhir, area parkir Katedral tetap dalam kondisi bersih dan tertata. Kondisi ini membuktikan bahwa sinergi antara panitia dan peserta yang peduli mampu mewujudkan komitmen menjaga alam secara nyata.


HUT Ke 219 KAJ

Jalan Santai Dalam Rangka HUT Keuskupan Agung Jakarta

Oleh Filia Elvina dan Nathanael Gavindra Agastyanto


Sabtu, 9 Mei 2026, peserta didik SMP Tarakanita 3 memperoleh kesempatan istimewa untuk ikut serta ambil bagian dalam hari ulang tahun ke-219 Keuskupan Agung Jakarta (KAJ). Dalam rangka memperingati hari ulang tahun KAJ, komisi Hubungan Antaragama dan Kemasyarakatan Keuskupan Agung Jakarta menyelenggarakan kegiatan jalan santai kerukunan dan kebhinekaan lintas agama. Selama jalan sehat berlangsung, peserta didik SMP tarakanita 3 ikut serta membantu menjaga kebersihan lingkungan sekitar Katedral. Di balik kemeriahan ribuan umat yang memadati area Katedral Jakarta, tiga siswa dari SMP Tarakanita 3 bersama perwakilan dari sekolah Tarakanita lainnya, turun langsung memastikan kebersihan lingkungan dalam perayaan HUT Keuskupan Agung Jakarta (KAJ) ke-219, Sabtu (9/5). Aksi ini menjadi perwujudan nyata dari tema besar acara tahun ini, yakni Syukur 219 Tahun KAJ dalam Menjaga Keutuhan Alam Ciptaan. 

Tantangan utama muncul usai sesi pembagian konsumsi kepada para peserta. Tim kebersihan harus memilah sampah sisa makanan dari kotak kemasan secara manual. Para siswa sempat menghadapi keraguan saat harus menyentuh sampah dengan tangan kosong. “Memisahkan kotak makanan dengan sisa di dalamnya menjadi rintangan bagi kami. Namun kami tetap melakukannya meski tanpa sarung tangan,” ungkap Agastyanto saat menjelaskan situasi di lapangan.

Filia Elvina menambahkan bahwa tantangan terbesar bagi tim, awalnya ada rasa takut menjadi kotor. Namun, perspektif mereka berubah saat melihat aksi nyata seorang suster di lokasi acara yang ikut memilah sampah tanpa ragu. "Tantangan terbesar bagi kami adalah rasa takut akan kotor dan sampah yang berserakan, namun kami tersadar setelah melihat seorang suster yang dengan penuh kesadaran membantu memilah sampah bahkan dengan tidak mengenakan sarung tangan," ujar Elvina. "Tangan mungkin akan kotor, tapi tangan yang kotor masih dapat kita cuci dengan sabun, bagaimana dengan lingkungan yang penuh dengan sampah? Mengembalikannya tidak akan semudah mencuci tangan," tambahnya. 

Kesuksesan dalam menjaga kebersihan ini bukan hanya kerja keras tim siswa dan panitia lingkungan hidup, melainkan hasil kolaborasi harmonis dengan seluruh umat. Para peserta jalan santai menunjukkan kesadaran lingkungan yang tinggi dengan membuang sampah pada tempatnya dan mudah diajak bekerja sama. Partisipasi aktif para peserta dalam menjaga sampah mereka sendiri sangat membantu dalam meringankan tugas tim kebersihan di lapangan. ‎​Hingga acara berakhir, area parkir Katedral tetap dalam kondisi bersih dan tertata. Kondisi ini membuktikan bahwa sinergi antara panitia dan peserta yang peduli mampu mewujudkan komitmen menjaga alam secara nyata.


Kunjungan SMP Tarakanita 3 ke Bentara Budaya

Kunjungan SMP Tarakanita 3 ke Bentara Budaya Jakarta dan Gedung Kompas Gramedia

Oleh Rayzel Delphynia Karlana


Pada tanggal 18 Mei 2026, siswa-siswi kelas 7 & 9 SMP Tarakanita 3 mengadakan kegiatan kunjungan edukasi ke Bentara Budaya Jakarta dan Gedung Kompas Gramedia. Kegiatan ini bertujuan untuk menambah wawasan siswa mengenai seni dan budaya Indonesia. 

Tempat pertama yang dikunjungi siswa-siswi adalah Bentara Budaya. Para siswa diajak mengunjungi Rumah Kudus yang berada di area tersebut. Rumah Kudus merupakan rumah adat khas Jawa Tengah yang memiliki ukiran kayu tradisional dan nilai budaya yang tinggi. Di sana, para siswa mendapatkan penjelasan mengenai bagian-bagian rumah serta fungsinya seperti Jogosatru, yaitu bagian ruang tamu pada Rumah Kudus. Siswa-siswi juga dijelaskan soal ukiran-ukiran pada Rumah Kudus yang merupakan hasil campuran budaya dari Hindu, Islam, China, Arab, dan Belanda. Penjelasan ini berhasil menambah pemahaman siswa terkait arsitektur tradisional Indonesia. Pengetahuan ini menyadarkan siswa-siswi akan pentingnya melestarikan budaya bangsa.

Di Gedung Kompas lantai 8, para siswa mengikuti kegiatan belajar menggambar yang dipandu secara langsung. Melalui kegiatan ini, siswa dapat mengekspresikan diri melalui seni dengan menuangkan ide, kreativitas, dan imajinasi ke gambar yang dibuat. Kegiatan tersebut berlangsung dengan seru dan membuat para siswa semakin tertarik pada dunia seni.

Selain belajar menggambar, siswa juga berkesempatan melihat pameran batik karya Dave Tjoa. Terdapat banyak karya batik beliau yang dipamerkan dengan berbagai motif dan warna yang menarik. Dalam kesempatan tersebut, Dave Tjoa juga menjelaskan tentang pengertian batik, proses pembuatannya, serta makna motif batik. Beliau juga menyampaikan pesan inspiratif kepada para siswa, yaitu “Kalau bukan mulai dari kita, mau siapa lagi?” Pesan tersebut mengajarkan bahwa generasi muda memiliki peran penting dalam menjaga dan melestarikan budaya Indonesia, khususnya batik sebagai warisan bangsa. Setelah sesi selesai, para siswa diperbolehkan untuk berkeliling melihat langsung pameran batik tersebut. 

Kegiatan kunjungan ini memberikan pengalaman yang menyenangkan dan bermanfaat bagi siswa-siswi SMP Tarakanita 3. Melalui kunjungan ke Bentara Budaya Jakarta dan Gedung Kompas Gramedia, siswa-siswi dapat belajar lebih banyak tentang seni dan budaya. Hal ini menjadi pengingat tentang pentingnya melestarikan batik sebagai warisan Indonesia. 

 


Kunjungan SMP Tarakanita 3 ke Bentara Budaya

Kunjungan SMP Tarakanita 3 ke Bentara Budaya Jakarta dan Gedung Kompas Gramedia

Oleh Rayzel Delphynia Karlana


Pada tanggal 18 Mei 2026, siswa-siswi kelas 7 & 9 SMP Tarakanita 3 mengadakan kegiatan kunjungan edukasi ke Bentara Budaya Jakarta dan Gedung Kompas Gramedia. Kegiatan ini bertujuan untuk menambah wawasan siswa mengenai seni dan budaya Indonesia. 

Tempat pertama yang dikunjungi siswa-siswi adalah Bentara Budaya. Para siswa diajak mengunjungi Rumah Kudus yang berada di area tersebut. Rumah Kudus merupakan rumah adat khas Jawa Tengah yang memiliki ukiran kayu tradisional dan nilai budaya yang tinggi. Di sana, para siswa mendapatkan penjelasan mengenai bagian-bagian rumah serta fungsinya seperti Jogosatru, yaitu bagian ruang tamu pada Rumah Kudus. Siswa-siswi juga dijelaskan soal ukiran-ukiran pada Rumah Kudus yang merupakan hasil campuran budaya dari Hindu, Islam, China, Arab, dan Belanda. Penjelasan ini berhasil menambah pemahaman siswa terkait arsitektur tradisional Indonesia. Pengetahuan ini menyadarkan siswa-siswi akan pentingnya melestarikan budaya bangsa.

Di Gedung Kompas lantai 8, para siswa mengikuti kegiatan belajar menggambar yang dipandu secara langsung. Melalui kegiatan ini, siswa dapat mengekspresikan diri melalui seni dengan menuangkan ide, kreativitas, dan imajinasi ke gambar yang dibuat. Kegiatan tersebut berlangsung dengan seru dan membuat para siswa semakin tertarik pada dunia seni.

Selain belajar menggambar, siswa juga berkesempatan melihat pameran batik karya Dave Tjoa. Terdapat banyak karya batik beliau yang dipamerkan dengan berbagai motif dan warna yang menarik. Dalam kesempatan tersebut, Dave Tjoa juga menjelaskan tentang pengertian batik, proses pembuatannya, serta makna motif batik. Beliau juga menyampaikan pesan inspiratif kepada para siswa, yaitu “Kalau bukan mulai dari kita, mau siapa lagi?” Pesan tersebut mengajarkan bahwa generasi muda memiliki peran penting dalam menjaga dan melestarikan budaya Indonesia, khususnya batik sebagai warisan bangsa. Setelah sesi selesai, para siswa diperbolehkan untuk berkeliling melihat langsung pameran batik tersebut. 

Kegiatan kunjungan ini memberikan pengalaman yang menyenangkan dan bermanfaat bagi siswa-siswi SMP Tarakanita 3. Melalui kunjungan ke Bentara Budaya Jakarta dan Gedung Kompas Gramedia, siswa-siswi dapat belajar lebih banyak tentang seni dan budaya. Hal ini menjadi pengingat tentang pentingnya melestarikan batik sebagai warisan Indonesia. 

 


Perayaan Misa Syukur HUT Yasasan Tarakanita dan Kongregasi Suster CB

Perayaan Misa Syukur HUT Yasasan Tarakanita dan Kongregasi Suster CB

Oleh Rafaela Gytha Anindya Prasetyo dan Christin Olivia Tanone 


Tarakanita 3 mengikuti perayaan Misa bersama pada Rabu, 29 April 2026. Misa ini dipimpin oleh Romo Wylly Suhendra, SJ. Cuaca cerah mengawali misa hingga akhir. Romo Wylly mengajak untuk merefleksikan bersama perjalanan Yayasan Tarakanita selama 74 tahun. Beberapa bapak/Ibu guru yang dipilih maju oleh Romo Wylly dan diberikan beberapa pertanyaan mengenai tantangan dan apa yang membuat nyaman selama mengajar di sekolah Tarakanita 3. 

Tema perayaan misa menyambut 75 tahun karya Yaysan Tarakanita ini adalah “Berjalan Bersama & Berpartisipasi Aktif Mewujudkan Generasi Cerdas Berintegritas”. Dengan perayaan misa ini, kita bersama diajak untuk kembali mengenang kembali, merenungkan perjalanan iman, dan diharapkan bisa mencontoh seperti Bunda Elisabeth Gruyters, pendiri kongregasi. Semangat membawa kabar sukacita dan mendengarkan Roh Allah yang berbicara dalam hati. Kita hadapi tantangan dengan berani keluar dari zona nyaman dan menjadi bintang yang menyinari sesama serta tidak berjalan dalam kegelapan. Selamat Ulang Tahun Yayasan Tarakanita dan Kongregasi Suster CB. Tuhan Yesus memberkati! 


Pengakuan Dosa Sekolah Tarakanita 3

Pengakuan Dosa 

Oleh: Rafaela Gytha Anindya Prasetyo 


Kamis, 26 Maret 2026 Sekolah Tarakanita 3 mengadakan ibadat dan pengakuan dosa. Ibadat dilakukan dengan harapan peserta didik bisa mempersiapkan hati dan pikiran untuk mengaku dosa di hadapan Tuhan melalui perantara Romo. Bersama Romo Muji dan Romo Pram dari Paroki Blok B, umat katolik mulai dari peserta didik SD, peserta didik SMP, Bapak/ibu guru karyawan dan warga setempat ikut berpartisipasi di momen ibadat dan pengakuan dosa.

Pada masa pra-paskah, umat katolik akan menerimakan sakramen tobat sebagai bentuk kesadaran akan dosa. Momen pengakuan dosa berguna bagi umat katolik untuk memantaskan diri menyambut perayaan Paskah. Seluruh nasihat dan pesan dari Romo sangat penting bagi umat yang mengaku dosa untuk berefleksi lebih dalam akan tindakan dan perilaku yang sudah dilakukan masing-masinh. Harapannya setelah ini, umat katolik akan merasa lebih pantas untuk berpartisipasi dalam perayaan Paskah seturut dengan kehendak-Nya. Tuhan memberkati! 


Pengakuan Dosa Sekolah Tarakanita 3

Pengakuan Dosa 

Oleh: Rafaela Gytha Anindya Prasetyo 


Kamis, 26 Maret 2026 Sekolah Tarakanita 3 mengadakan ibadat dan pengakuan dosa. Ibadat dilakukan dengan harapan peserta didik bisa mempersiapkan hati dan pikiran untuk mengaku dosa di hadapan Tuhan melalui perantara Romo. Bersama Romo Muji dan Romo Pram dari Paroki Blok B, umat katolik mulai dari peserta didik SD, peserta didik SMP, Bapak/ibu guru karyawan dan warga setempat ikut berpartisipasi di momen ibadat dan pengakuan dosa.

Pada masa pra-paskah, umat katolik akan menerimakan sakramen tobat sebagai bentuk kesadaran akan dosa. Momen pengakuan dosa berguna bagi umat katolik untuk memantaskan diri menyambut perayaan Paskah. Seluruh nasihat dan pesan dari Romo sangat penting bagi umat yang mengaku dosa untuk berefleksi lebih dalam akan tindakan dan perilaku yang sudah dilakukan masing-masinh. Harapannya setelah ini, umat katolik akan merasa lebih pantas untuk berpartisipasi dalam perayaan Paskah seturut dengan kehendak-Nya. Tuhan memberkati! 


Toleransi Antarumat Beragama di Sekolah Tarakanita 3

Toleransi Antarumat Beragama : Bersilaturahmi dengan Umat Muslim di Sekolah Tarakanita 3

Oleh : Filia Elvina dan Gabriela Alexandria  


       Idulfitri merupakan suatu momen istimewa dan penting bagi umat beragama muslim yang menandai berakhirnya ibadah puasa selama bulan Ramadhan. Pada Rabu, 25 Maret 2026 keluarga besar Sekolah Tarakanita 3 melakukan silaturahmi dengan guru/karyawan serta peserta didik yang beragama muslim. Kegiatan ini berlangsung dalam rangka memperingati perayaan Idulfitri dan mempererat tali persaudaraan meskipun berbeda keyakinan. Kegiatan silaturahmi ini dilakukan dengan memberi ucapan dan bersalaman, kegiatan ini bertujuan menumbuhkan sikap saling menghormati dan menghargai sesuai dengan nilai-nilai CC5+ Tarakanita. Sikap mendukung persatuan coba digaungkan oleh peserta didik di lingkungan sekolah.

         Acara diawali dengan berdoa yang dipimpin oleh pengurus OSIS dan dilanjutkan dengan pembiasaan pagi, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Tarakanita 3. Setelah pembiasaan pagi, kegiatan silaturahmi ini dilanjutkan dengan sambutan oleh Kepala SD Tarakanita 3, Ibu Ani. Setelah selesai penyambutan, peserta didik, guru dan karyawan, yang beragama islam membentuk barisan sejajar untuk menerima ucapan selamat dari keluarga Sekolah Tarakanita 3 yang lainnya. Saat bersalaman ini, kami memberikan ucapan “Selamat Idulfitri, mohon maaf lahir dan batin” kepada bapak ibu guru/karyawan serta siswa/siswi SMP Tarakanita 3 yang merayakan Idulfitri. Dalam acara ini, peserta didik belajar untuk saling menghargai dan menghormati saudara yang berbeda iman.


Toleransi Antarumat Beragama di Sekolah Tarakanita 3

Toleransi Antarumat Beragama : Bersilaturahmi dengan Umat Muslim di Sekolah Tarakanita 3

Oleh : Filia Elvina dan Gabriela Alexandria  


       Idulfitri merupakan suatu momen istimewa dan penting bagi umat beragama muslim yang menandai berakhirnya ibadah puasa selama bulan Ramadhan. Pada Rabu, 25 Maret 2026 keluarga besar Sekolah Tarakanita 3 melakukan silaturahmi dengan guru/karyawan serta peserta didik yang beragama muslim. Kegiatan ini berlangsung dalam rangka memperingati perayaan Idulfitri dan mempererat tali persaudaraan meskipun berbeda keyakinan. Kegiatan silaturahmi ini dilakukan dengan memberi ucapan dan bersalaman, kegiatan ini bertujuan menumbuhkan sikap saling menghormati dan menghargai sesuai dengan nilai-nilai CC5+ Tarakanita. Sikap mendukung persatuan coba digaungkan oleh peserta didik di lingkungan sekolah.

         Acara diawali dengan berdoa yang dipimpin oleh pengurus OSIS dan dilanjutkan dengan pembiasaan pagi, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Tarakanita 3. Setelah pembiasaan pagi, kegiatan silaturahmi ini dilanjutkan dengan sambutan oleh Kepala SD Tarakanita 3, Ibu Ani. Setelah selesai penyambutan, peserta didik, guru dan karyawan, yang beragama islam membentuk barisan sejajar untuk menerima ucapan selamat dari keluarga Sekolah Tarakanita 3 yang lainnya. Saat bersalaman ini, kami memberikan ucapan “Selamat Idulfitri, mohon maaf lahir dan batin” kepada bapak ibu guru/karyawan serta siswa/siswi SMP Tarakanita 3 yang merayakan Idulfitri. Dalam acara ini, peserta didik belajar untuk saling menghargai dan menghormati saudara yang berbeda iman.


  • ‹
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
  • 6
  • 7
  • 8
  • ...
  • 225
  • 226
  • ›

SMP TARAKANITA 3 JAKARTA

Jl. Juraganan 1, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Dki Jakarta, dengan kode pos 12210.

Phone: (021) 5482262

Email: cspusat@tarakanita.sch.id

Useful Links

  • Home
  • About Us
  • News
  • Events
  • Career

Explore

  • Gallery
  • Article
  • Prestasi
  • Partner
  • Visi & Misi

Information

  • Sejarah Sekolah
  • Tentang Logo
  • About Profile
  • Cakupan Wilayah

Location


© 2026 SMP TARAKANITA 3 JAKARTA All Rights Reserved