Login Alumni Register
  • HOME
  • profile
    • Visi Misi dan Value
    • About
    • Sejarah Sekolah
    • Video Tour
    • Profil Guru
  • event
    • news
    • agenda
  • article
  • gallery
  • PPDB
  • achievement
  • creative corner
  • Facility
  • Extracurricular
Upacara Hari Kesaktian Pancasila Tahun 2025

Upacara Hari Kesaktian Pancasila 

Oleh : Clarissa Aurelia dan 

Gracia Edwina C. P.


   Pada Rabu, 1 Oktober 2025, Sekolah Tarakanita 3 mengadakan upacara dalam rangka memperingati hari Kesaktian Pancasila, upacara ini diikuti oleh seluruh peserta didik sekolah Tarakanita 3, dengan upacara ini, peserta didik diharapkan mampu meneladani makna Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Hari kesaktian Pancasila adalah hari peringatan kedudukan Pancasila sebagai satu-satunya ideologi, pandangan hidup, dan dasar negara Indonesia yang sempat mendapat tentangan dari kelompok tertentu, salah satunya Partai Komunis Indonesia (PKI). Upacara ini dilaksanakan untuk mengenang peristiwa G30S/PKI. Upaya memecah belah dan menghancurkan Indonesia dari dalam. Upaya tersebut gagal dan Pancasila tegak menjadi bukti nyata bahwa Pancasila itu Sakti, tidak bisa digantikan.


  Upacara ini juga dilaksanakan untuk mengenang jasa para pahlawan revolusi yang telah mendahului pergi untuk melindungi bangsa Indonesia.  Pancasila sebagai dasar untuk membangun negara yang kokoh untuk terwujudnya seluruh masyarakat Indonesia yang adil, makmur, dan bersejahtera serta sebagai pilar persatuan bangsa yang menjadi pedoman bagi seluruh masyarakat. Semoga semangat berbakti dan menjunjung Pancasila sebagai dasar negara dapat dilanjutkan sampai akhir hayat.


Upacara Hari Kesaktian Pancasila Tahun 2025

Upacara Hari Kesaktian Pancasila 

Oleh : Clarissa Aurelia dan 

Gracia Edwina C. P.


   Pada Rabu, 1 Oktober 2025, Sekolah Tarakanita 3 mengadakan upacara dalam rangka memperingati hari Kesaktian Pancasila, upacara ini diikuti oleh seluruh peserta didik sekolah Tarakanita 3, dengan upacara ini, peserta didik diharapkan mampu meneladani makna Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Hari kesaktian Pancasila adalah hari peringatan kedudukan Pancasila sebagai satu-satunya ideologi, pandangan hidup, dan dasar negara Indonesia yang sempat mendapat tentangan dari kelompok tertentu, salah satunya Partai Komunis Indonesia (PKI). Upacara ini dilaksanakan untuk mengenang peristiwa G30S/PKI. Upaya memecah belah dan menghancurkan Indonesia dari dalam. Upaya tersebut gagal dan Pancasila tegak menjadi bukti nyata bahwa Pancasila itu Sakti, tidak bisa digantikan.


  Upacara ini juga dilaksanakan untuk mengenang jasa para pahlawan revolusi yang telah mendahului pergi untuk melindungi bangsa Indonesia.  Pancasila sebagai dasar untuk membangun negara yang kokoh untuk terwujudnya seluruh masyarakat Indonesia yang adil, makmur, dan bersejahtera serta sebagai pilar persatuan bangsa yang menjadi pedoman bagi seluruh masyarakat. Semoga semangat berbakti dan menjunjung Pancasila sebagai dasar negara dapat dilanjutkan sampai akhir hayat.


Upacara Hari Kesaktian Pancasila Tahun 2025

Upacara Hari Kesaktian Pancasila 

Oleh : Clarissa Aurelia dan 

Gracia Edwina C. P.


   Pada Rabu, 1 Oktober 2025, Sekolah Tarakanita 3 mengadakan upacara dalam rangka memperingati hari Kesaktian Pancasila, upacara ini diikuti oleh seluruh peserta didik sekolah Tarakanita 3, dengan upacara ini, peserta didik diharapkan mampu meneladani makna Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Hari kesaktian Pancasila adalah hari peringatan kedudukan Pancasila sebagai satu-satunya ideologi, pandangan hidup, dan dasar negara Indonesia yang sempat mendapat tentangan dari kelompok tertentu, salah satunya Partai Komunis Indonesia (PKI). Upacara ini dilaksanakan untuk mengenang peristiwa G30S/PKI. Upaya memecah belah dan menghancurkan Indonesia dari dalam. Upaya tersebut gagal dan Pancasila tegak menjadi bukti nyata bahwa Pancasila itu Sakti, tidak bisa digantikan.


  Upacara ini juga dilaksanakan untuk mengenang jasa para pahlawan revolusi yang telah mendahului pergi untuk melindungi bangsa Indonesia.  Pancasila sebagai dasar untuk membangun negara yang kokoh untuk terwujudnya seluruh masyarakat Indonesia yang adil, makmur, dan bersejahtera serta sebagai pilar persatuan bangsa yang menjadi pedoman bagi seluruh masyarakat. Semoga semangat berbakti dan menjunjung Pancasila sebagai dasar negara dapat dilanjutkan sampai akhir hayat.


Ibadat Penutupan BKSN 2025

Ibadat Sabda Penutupan Bulan Kitab Suci Nasional

Oleh Ruth Shine Edihson dan Michelle Ellena                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                       




 Setiap bulan September diadakannya Bulan Kitab Suci Nasional (BKSN) sebagai tradisi para umat Katolik untuk mendalami Sabda Tuhan. Pada tanggal 30 September 2025, SMP Tarakanita 3 melaksanakan ibadat penutupan Bulan Kitab Suci Nasional. Tema yang diusung adalah “Allah Sumber Pembaruan Relasi dalam Hidup”. Selama satu bulan perenungan Sabda Tuhan melalui bacaan-bacaan, Tuhan mengajak kita merefleksikan bagaimana relasi kita sebagai umat Allah terhadap diri sendiri, komunitas, dan keluarga.


Siswa-siswi dibariskan untuk duduk di tikar yang sudah disiapkan. Siswa-siswi bersama Ibu dan Bapak guru, serta karyawan SMP Tarakanita 3, berkumpul di lapangan bernyanyi dan mendengarkan Firman Tuhan bersama. Ibadat dimulai dengan ritus pembuka yang diiringi lagu pembuka, lalu liturgi sabda yang dilanjutkan dengan renungan. Renungan yang disampaikan diambil dari Lukas 9:51-56, memiliki pesan, yaitu kita harus menjadi seperti Yesus yang lebih memilih untuk tidak membalas kejahatan dengan kejahatan, dan terus memperbarui relasi kita dengan diri sendiri, dengan sesama, dengan keluarga, dan dengan Allah sendiri. Pertanyaan-pertanyaan reflektif ditanyakan sebagai penghayatan sikap dan tindakan selama sebulan ke belakang. Ibadat dilanjutkan dengan ritus penutup.


Setelah ibadat selesai, siswa-siswi kembali ke kelas masing-masing dan dilanjutkan tiga jam mata pelajaran. Kegiatan dilanjutkan dengan acara lain, yaitu penampilan setiap kelas dan permainan sebagai wujud syukur memperingati bulan kitab suci ini. Kegiatan penutupan BKSN menguji kekompakan dan kerja sama sehingga acara dapat membawa rasa kebahagiaan. Kebahagiaan dan syukur karena kita, umat Allah dapat mendalami, menghayati, dan memahami kitab suci. Kegiatan ini, kami tidak hanya diajak untuk sekedar melaksanakan dan mengikuti acara, tetapi juga sebagai wadah untuk membangun sikap saling toleransi antarumat beragama.


Ibadat Penutupan BKSN 2025

Ibadat Sabda Penutupan Bulan Kitab Suci Nasional

Oleh Ruth Shine Edihson dan Michelle Ellena                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                       




 Setiap bulan September diadakannya Bulan Kitab Suci Nasional (BKSN) sebagai tradisi para umat Katolik untuk mendalami Sabda Tuhan. Pada tanggal 30 September 2025, SMP Tarakanita 3 melaksanakan ibadat penutupan Bulan Kitab Suci Nasional. Tema yang diusung adalah “Allah Sumber Pembaruan Relasi dalam Hidup”. Selama satu bulan perenungan Sabda Tuhan melalui bacaan-bacaan, Tuhan mengajak kita merefleksikan bagaimana relasi kita sebagai umat Allah terhadap diri sendiri, komunitas, dan keluarga.


Siswa-siswi dibariskan untuk duduk di tikar yang sudah disiapkan. Siswa-siswi bersama Ibu dan Bapak guru, serta karyawan SMP Tarakanita 3, berkumpul di lapangan bernyanyi dan mendengarkan Firman Tuhan bersama. Ibadat dimulai dengan ritus pembuka yang diiringi lagu pembuka, lalu liturgi sabda yang dilanjutkan dengan renungan. Renungan yang disampaikan diambil dari Lukas 9:51-56, memiliki pesan, yaitu kita harus menjadi seperti Yesus yang lebih memilih untuk tidak membalas kejahatan dengan kejahatan, dan terus memperbarui relasi kita dengan diri sendiri, dengan sesama, dengan keluarga, dan dengan Allah sendiri. Pertanyaan-pertanyaan reflektif ditanyakan sebagai penghayatan sikap dan tindakan selama sebulan ke belakang. Ibadat dilanjutkan dengan ritus penutup.


Setelah ibadat selesai, siswa-siswi kembali ke kelas masing-masing dan dilanjutkan tiga jam mata pelajaran. Kegiatan dilanjutkan dengan acara lain, yaitu penampilan setiap kelas dan permainan sebagai wujud syukur memperingati bulan kitab suci ini. Kegiatan penutupan BKSN menguji kekompakan dan kerja sama sehingga acara dapat membawa rasa kebahagiaan. Kebahagiaan dan syukur karena kita, umat Allah dapat mendalami, menghayati, dan memahami kitab suci. Kegiatan ini, kami tidak hanya diajak untuk sekedar melaksanakan dan mengikuti acara, tetapi juga sebagai wadah untuk membangun sikap saling toleransi antarumat beragama.


Ibadat Penutupan BKSN 2025

Ibadat Sabda Penutupan Bulan Kitab Suci Nasional

Oleh Ruth Shine Edihson dan Michelle Ellena                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                       




 Setiap bulan September diadakannya Bulan Kitab Suci Nasional (BKSN) sebagai tradisi para umat Katolik untuk mendalami Sabda Tuhan. Pada tanggal 30 September 2025, SMP Tarakanita 3 melaksanakan ibadat penutupan Bulan Kitab Suci Nasional. Tema yang diusung adalah “Allah Sumber Pembaruan Relasi dalam Hidup”. Selama satu bulan perenungan Sabda Tuhan melalui bacaan-bacaan, Tuhan mengajak kita merefleksikan bagaimana relasi kita sebagai umat Allah terhadap diri sendiri, komunitas, dan keluarga.


Siswa-siswi dibariskan untuk duduk di tikar yang sudah disiapkan. Siswa-siswi bersama Ibu dan Bapak guru, serta karyawan SMP Tarakanita 3, berkumpul di lapangan bernyanyi dan mendengarkan Firman Tuhan bersama. Ibadat dimulai dengan ritus pembuka yang diiringi lagu pembuka, lalu liturgi sabda yang dilanjutkan dengan renungan. Renungan yang disampaikan diambil dari Lukas 9:51-56, memiliki pesan, yaitu kita harus menjadi seperti Yesus yang lebih memilih untuk tidak membalas kejahatan dengan kejahatan, dan terus memperbarui relasi kita dengan diri sendiri, dengan sesama, dengan keluarga, dan dengan Allah sendiri. Pertanyaan-pertanyaan reflektif ditanyakan sebagai penghayatan sikap dan tindakan selama sebulan ke belakang. Ibadat dilanjutkan dengan ritus penutup.


Setelah ibadat selesai, siswa-siswi kembali ke kelas masing-masing dan dilanjutkan tiga jam mata pelajaran. Kegiatan dilanjutkan dengan acara lain, yaitu penampilan setiap kelas dan permainan sebagai wujud syukur memperingati bulan kitab suci ini. Kegiatan penutupan BKSN menguji kekompakan dan kerja sama sehingga acara dapat membawa rasa kebahagiaan. Kebahagiaan dan syukur karena kita, umat Allah dapat mendalami, menghayati, dan memahami kitab suci. Kegiatan ini, kami tidak hanya diajak untuk sekedar melaksanakan dan mengikuti acara, tetapi juga sebagai wadah untuk membangun sikap saling toleransi antarumat beragama.


Rekoleksi : Wujudkan Kasih Di SMP Tarakanita 3

Rekoleksi : Wujudkan Kasih Di SMP Tarakanita 3

Karya : Filia Elvina, dan Gracia Edwina C.P


Pada Kamis, 18 September 2025, SMP Tarakanita 3 mengadakan kegiatan rekoleksi yang diikuti oleh siswa-siswi kelas 7 dan 8. Kegiatan rekoleksi ini didampingi oleh Suster Carolus Borromeus (CB) yaitu Suster Clarina dan Suster Fidelia. Rekoleksi kali ini menjadi kegiatan sebagai sarana mengumpulkan kembali memori mengenai kasih Tuhan kepada ciptaan-Nya yaitu kita. Kegiatan rekoleksi ini harapannya mampu meningkatkan iman siswa-siswi kepada Tuhan yang Maha Esa, serta menanamkan niat untuk berubah menjadi versi terbaik dirinya.

Kegiatan ini terbagi menjadi 3 sesi yang diawali dengan bernyanyi dan doa bersama. Sesi pertama dengan tema “First Love”, siswa-siswi diajak berefleksi mengenai cinta Allah kepada mereka melalui orang-orang di sekitar dan bagaimana bentuk cinta atau kasih yang selama ini diperoleh. Di sesi pertama ini, siswa-siswi diminta untuk mengisi sebuah kertas, dalam kertas tersebut terdapat beberapa pertanyaan seputar orang-orang yang mencintaiku, bentuk cinta yang diterima, dan pengalaman konkret mengenai cinta yang pernah dialami. Pertanyaan-pertanyaan tersebut menjadi ruang bagi siswa-siswi untuk kembali mengingat hal yang selama ini dianggap remeh, mengenai pengorbanan orang tua yang telah merawat dan membesarkan mereka sejak kecil tanpa kenal lelah serta mengenai kasih Allah yang tak pernah berhenti menolong di saat sulit.  

Kegiatan berlanjut ke sesi kedua dengan tema “Gift of Love”. Pada sesi ini siswa-siswi diminta duduk membentuk lingkaran dengan kelompoknya. Siswa-siswi di dalam kelompoknya  diminta untuk menonton video tentang kepedulian dan kemudian menjadi bahan diskusi kelompok. Siswa-siswi diberi instruksi untuk menuliskan surat berupa motivasi atau ayat kitab suci yang bersifat positif untuk teman yang duduk di sebelah kanannya. Jeanice Emily Quinn dan Nathanael Gavindra Agastyanto, siswa dan siswi kelas 8 SMP Tarakanita 3, memberi tanggapan terkait kegiatan pemberian surat yang memiliki tujuan menyampaikan manfaat atau hal positif. "Menurut saya, kegiatan tersebut dapat membuat seseorang merasa dihargai dan diperhatikan, serta memberikan semangat bagi orang tersebut," ujar Gavin. Pendapat lain disampaikan oleh Jeanice yang menyatakan, “Manfaatnya, kita bisa memotivasi sesama dan mempererat pertemanan.”

Sesi berikutnya masih dinamika bersama kelompok, sesi ketiga dengan tema “Expression About Love for Others”. Siswa-siswi diberi waktu diskusi bersama kelompoknya mengenai hal apa yang dapat mereka lakukan untuk menunjukan kepedulian dan kasih terhadap sesama disertai alasan melakukan hal tersebut. Hasil diskusi tersebut disampaikan oleh perwakilan setiap kelompok. Berdasarkan jawaban ini harapannya mampu diwujudkan siswa-siswi di lingkungan sekolah, masyarakat, dan keluarga. Dengan begitu, siswa-siswi mampu menyebarkan kasih dan kebaikan kepada sesama. Kegiatan rekoleksi SMP Tarakanita 3 ini diharapkan mampu membawa perubahan dari diri siswa-siswi sehingga bisa berguna bagi diri sendiri dan sekitarnya.


Rekoleksi : Wujudkan Kasih Di SMP Tarakanita 3

Rekoleksi : Wujudkan Kasih Di SMP Tarakanita 3

Karya : Filia Elvina, dan Gracia Edwina C.P


Pada Kamis, 18 September 2025, SMP Tarakanita 3 mengadakan kegiatan rekoleksi yang diikuti oleh siswa-siswi kelas 7 dan 8. Kegiatan rekoleksi ini didampingi oleh Suster Carolus Borromeus (CB) yaitu Suster Clarina dan Suster Fidelia. Rekoleksi kali ini menjadi kegiatan sebagai sarana mengumpulkan kembali memori mengenai kasih Tuhan kepada ciptaan-Nya yaitu kita. Kegiatan rekoleksi ini harapannya mampu meningkatkan iman siswa-siswi kepada Tuhan yang Maha Esa, serta menanamkan niat untuk berubah menjadi versi terbaik dirinya.

Kegiatan ini terbagi menjadi 3 sesi yang diawali dengan bernyanyi dan doa bersama. Sesi pertama dengan tema “First Love”, siswa-siswi diajak berefleksi mengenai cinta Allah kepada mereka melalui orang-orang di sekitar dan bagaimana bentuk cinta atau kasih yang selama ini diperoleh. Di sesi pertama ini, siswa-siswi diminta untuk mengisi sebuah kertas, dalam kertas tersebut terdapat beberapa pertanyaan seputar orang-orang yang mencintaiku, bentuk cinta yang diterima, dan pengalaman konkret mengenai cinta yang pernah dialami. Pertanyaan-pertanyaan tersebut menjadi ruang bagi siswa-siswi untuk kembali mengingat hal yang selama ini dianggap remeh, mengenai pengorbanan orang tua yang telah merawat dan membesarkan mereka sejak kecil tanpa kenal lelah serta mengenai kasih Allah yang tak pernah berhenti menolong di saat sulit.  

Kegiatan berlanjut ke sesi kedua dengan tema “Gift of Love”. Pada sesi ini siswa-siswi diminta duduk membentuk lingkaran dengan kelompoknya. Siswa-siswi di dalam kelompoknya  diminta untuk menonton video tentang kepedulian dan kemudian menjadi bahan diskusi kelompok. Siswa-siswi diberi instruksi untuk menuliskan surat berupa motivasi atau ayat kitab suci yang bersifat positif untuk teman yang duduk di sebelah kanannya. Jeanice Emily Quinn dan Nathanael Gavindra Agastyanto, siswa dan siswi kelas 8 SMP Tarakanita 3, memberi tanggapan terkait kegiatan pemberian surat yang memiliki tujuan menyampaikan manfaat atau hal positif. "Menurut saya, kegiatan tersebut dapat membuat seseorang merasa dihargai dan diperhatikan, serta memberikan semangat bagi orang tersebut," ujar Gavin. Pendapat lain disampaikan oleh Jeanice yang menyatakan, “Manfaatnya, kita bisa memotivasi sesama dan mempererat pertemanan.”

Sesi berikutnya masih dinamika bersama kelompok, sesi ketiga dengan tema “Expression About Love for Others”. Siswa-siswi diberi waktu diskusi bersama kelompoknya mengenai hal apa yang dapat mereka lakukan untuk menunjukan kepedulian dan kasih terhadap sesama disertai alasan melakukan hal tersebut. Hasil diskusi tersebut disampaikan oleh perwakilan setiap kelompok. Berdasarkan jawaban ini harapannya mampu diwujudkan siswa-siswi di lingkungan sekolah, masyarakat, dan keluarga. Dengan begitu, siswa-siswi mampu menyebarkan kasih dan kebaikan kepada sesama. Kegiatan rekoleksi SMP Tarakanita 3 ini diharapkan mampu membawa perubahan dari diri siswa-siswi sehingga bisa berguna bagi diri sendiri dan sekitarnya.


Rekoleksi : Wujudkan Kasih Di SMP Tarakanita 3

Rekoleksi : Wujudkan Kasih Di SMP Tarakanita 3

Karya : Filia Elvina, dan Gracia Edwina C.P


Pada Kamis, 18 September 2025, SMP Tarakanita 3 mengadakan kegiatan rekoleksi yang diikuti oleh siswa-siswi kelas 7 dan 8. Kegiatan rekoleksi ini didampingi oleh Suster Carolus Borromeus (CB) yaitu Suster Clarina dan Suster Fidelia. Rekoleksi kali ini menjadi kegiatan sebagai sarana mengumpulkan kembali memori mengenai kasih Tuhan kepada ciptaan-Nya yaitu kita. Kegiatan rekoleksi ini harapannya mampu meningkatkan iman siswa-siswi kepada Tuhan yang Maha Esa, serta menanamkan niat untuk berubah menjadi versi terbaik dirinya.

Kegiatan ini terbagi menjadi 3 sesi yang diawali dengan bernyanyi dan doa bersama. Sesi pertama dengan tema “First Love”, siswa-siswi diajak berefleksi mengenai cinta Allah kepada mereka melalui orang-orang di sekitar dan bagaimana bentuk cinta atau kasih yang selama ini diperoleh. Di sesi pertama ini, siswa-siswi diminta untuk mengisi sebuah kertas, dalam kertas tersebut terdapat beberapa pertanyaan seputar orang-orang yang mencintaiku, bentuk cinta yang diterima, dan pengalaman konkret mengenai cinta yang pernah dialami. Pertanyaan-pertanyaan tersebut menjadi ruang bagi siswa-siswi untuk kembali mengingat hal yang selama ini dianggap remeh, mengenai pengorbanan orang tua yang telah merawat dan membesarkan mereka sejak kecil tanpa kenal lelah serta mengenai kasih Allah yang tak pernah berhenti menolong di saat sulit.  

Kegiatan berlanjut ke sesi kedua dengan tema “Gift of Love”. Pada sesi ini siswa-siswi diminta duduk membentuk lingkaran dengan kelompoknya. Siswa-siswi di dalam kelompoknya  diminta untuk menonton video tentang kepedulian dan kemudian menjadi bahan diskusi kelompok. Siswa-siswi diberi instruksi untuk menuliskan surat berupa motivasi atau ayat kitab suci yang bersifat positif untuk teman yang duduk di sebelah kanannya. Jeanice Emily Quinn dan Nathanael Gavindra Agastyanto, siswa dan siswi kelas 8 SMP Tarakanita 3, memberi tanggapan terkait kegiatan pemberian surat yang memiliki tujuan menyampaikan manfaat atau hal positif. "Menurut saya, kegiatan tersebut dapat membuat seseorang merasa dihargai dan diperhatikan, serta memberikan semangat bagi orang tersebut," ujar Gavin. Pendapat lain disampaikan oleh Jeanice yang menyatakan, “Manfaatnya, kita bisa memotivasi sesama dan mempererat pertemanan.”

Sesi berikutnya masih dinamika bersama kelompok, sesi ketiga dengan tema “Expression About Love for Others”. Siswa-siswi diberi waktu diskusi bersama kelompoknya mengenai hal apa yang dapat mereka lakukan untuk menunjukan kepedulian dan kasih terhadap sesama disertai alasan melakukan hal tersebut. Hasil diskusi tersebut disampaikan oleh perwakilan setiap kelompok. Berdasarkan jawaban ini harapannya mampu diwujudkan siswa-siswi di lingkungan sekolah, masyarakat, dan keluarga. Dengan begitu, siswa-siswi mampu menyebarkan kasih dan kebaikan kepada sesama. Kegiatan rekoleksi SMP Tarakanita 3 ini diharapkan mampu membawa perubahan dari diri siswa-siswi sehingga bisa berguna bagi diri sendiri dan sekitarnya.


  • ‹
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
  • 6
  • 7
  • 8
  • ...
  • 224
  • 225
  • ›

SMP TARAKANITA 3 JAKARTA

Jl. Juraganan 1, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Dki Jakarta, dengan kode pos 12210.

Phone: (021) 5482262

Email: smp3_jkt@tarakanita.or.id

Useful Links

  • Home
  • About Us
  • News
  • Events
  • Career

Explore

  • Gallery
  • Article
  • Prestasi
  • Partner
  • Visi & Misi

Information

  • Sejarah Sekolah
  • Tentang Logo
  • About Profile
  • Cakupan Wilayah

Location


© 2026 SMP TARAKANITA 3 JAKARTA All Rights Reserved

WhatsApp

Chat only from Monday to Friday
Tarakanita
Tarakanita
07:00 - 15:00
Online
INFO (021) 5482262 Chat via WhatsApp