HUT Ke 219 KAJ
<span id="docs-internal-guid-c9f2302f-7fff-e800-c7a9-5946c7faa88f"><p dir="ltr" style="line-height:1.7999999999999998;text-align: center;margin-top:0pt;margin-bottom:0pt;"><span style="font-size: 14pt; font-family: "Times New Roman", serif; background-color: transparent; font-weight: 700; font-variant-numeric: normal; font-variant-east-asian: normal; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;">Jalan Santai Dalam Rangka HUT Keuskupan Agung Jakarta</span></p><p dir="ltr" style="line-height:1.7999999999999998;text-align: center;margin-top:0pt;margin-bottom:0pt;"><span style="font-size: 12pt; font-family: "Times New Roman", serif; background-color: transparent; font-variant-numeric: normal; font-variant-east-asian: normal; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;">Oleh Filia Elvina dan Nathanael Gavindra Agastyanto</span></p><br><p dir="ltr" style="line-height:1.7999999999999998;text-indent: 36pt;text-align: justify;margin-top:0pt;margin-bottom:0pt;"><span style="font-size: 12pt; font-family: "Times New Roman", serif; background-color: transparent; font-variant-numeric: normal; font-variant-east-asian: normal; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;">Sabtu, 9 Mei 2026, peserta didik SMP Tarakanita 3 memperoleh kesempatan istimewa untuk ikut serta ambil bagian dalam hari ulang tahun ke-219 Keuskupan Agung Jakarta (KAJ). Dalam rangka memperingati hari ulang tahun KAJ, komisi Hubungan Antaragama dan Kemasyarakatan Keuskupan Agung Jakarta menyelenggarakan kegiatan jalan santai kerukunan dan kebhinekaan lintas agama. Selama jalan sehat berlangsung, peserta didik SMP tarakanita 3 ikut serta membantu menjaga kebersihan lingkungan sekitar Katedral. Di balik kemeriahan ribuan umat yang memadati area Katedral Jakarta, tiga siswa dari SMP Tarakanita 3 bersama perwakilan dari sekolah Tarakanita lainnya, turun langsung memastikan kebersihan lingkungan dalam perayaan HUT Keuskupan Agung Jakarta (KAJ) ke-219, Sabtu (9/5). Aksi ini menjadi perwujudan nyata dari tema besar acara tahun ini, yakni Syukur 219 Tahun KAJ dalam Menjaga Keutuhan Alam Ciptaan. </span></p><p dir="ltr" style="line-height:1.7999999999999998;text-indent: 36pt;text-align: justify;margin-top:0pt;margin-bottom:0pt;"><span style="font-size: 12pt; font-family: "Times New Roman", serif; background-color: transparent; font-variant-numeric: normal; font-variant-east-asian: normal; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;">Tantangan utama muncul usai sesi pembagian konsumsi kepada para peserta. Tim kebersihan harus memilah sampah sisa makanan dari kotak kemasan secara manual. Para siswa sempat menghadapi keraguan saat harus menyentuh sampah dengan tangan kosong. “Memisahkan kotak makanan dengan sisa di dalamnya menjadi rintangan bagi kami. Namun kami tetap melakukannya meski tanpa sarung tangan,” ungkap Agastyanto saat menjelaskan situasi di lapangan.</span></p><p dir="ltr" style="line-height:1.7999999999999998;text-indent: 36pt;text-align: justify;margin-top:0pt;margin-bottom:0pt;"><span style="font-size: 12pt; font-family: "Times New Roman", serif; background-color: transparent; font-variant-numeric: normal; font-variant-east-asian: normal; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;">Filia Elvina menambahkan bahwa tantangan terbesar bagi tim, awalnya ada rasa takut menjadi kotor. Namun, perspektif mereka berubah saat melihat aksi nyata seorang suster di lokasi acara yang ikut memilah sampah tanpa ragu. "Tantangan terbesar bagi kami adalah rasa takut akan kotor dan sampah yang berserakan, namun kami tersadar setelah melihat seorang suster yang dengan penuh kesadaran membantu memilah sampah bahkan dengan tidak mengenakan sarung tangan," ujar Elvina. "Tangan mungkin akan kotor, tapi tangan yang kotor masih dapat kita cuci dengan sabun, bagaimana dengan lingkungan yang penuh dengan sampah? Mengembalikannya tidak akan semudah mencuci tangan," tambahnya. </span></p><p dir="ltr" style="line-height:1.7999999999999998;text-indent: 36pt;text-align: justify;margin-top:0pt;margin-bottom:0pt;"><span style="font-size: 12pt; font-family: "Times New Roman", serif; background-color: transparent; font-variant-numeric: normal; font-variant-east-asian: normal; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;">Kesuksesan dalam menjaga kebersihan ini bukan hanya kerja keras tim siswa dan panitia lingkungan hidup, melainkan hasil kolaborasi harmonis dengan seluruh umat. Para peserta jalan santai menunjukkan kesadaran lingkungan yang tinggi dengan membuang sampah pada tempatnya dan mudah diajak bekerja sama. Partisipasi aktif para peserta dalam menjaga sampah mereka sendiri sangat membantu dalam meringankan tugas tim kebersihan di lapangan. Hingga acara berakhir, area parkir Katedral tetap dalam kondisi bersih dan tertata. Kondisi ini membuktikan bahwa sinergi antara panitia dan peserta yang peduli mampu mewujudkan komitmen menjaga alam secara nyata.</span></p><div><span style="font-size: 12pt; font-family: "Times New Roman", serif; background-color: transparent; font-variant-numeric: normal; font-variant-east-asian: normal; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;"><br></span></div></span>