Agenda Detail
Memperingati Sumpah Pemuda
Lapangan dan Aula SMP Tarakanita 3
Agenda Tahunan SMP Tarakanita 3 pada hari Senin, 28 Oktober 2024 memperingati hari Sumpah Pemuda. Kegiatan diawali dengan upacara di lapangan blok Tarakanita 3 dan dilanjutkan kegiatan P5 kelas 7,8 dan 9 dengan tema "Festival Nusantara" yang bertujuan sekaligus memperkenalkan budaya Nusantara Indonesia baik dalam bentuk busana dan kulinernya.
Aula dan Lapangan SMP Tarakanita 3
Classmeet 2025
Setiap tahun, SMP Tarakanita 3 mengadakan acara tahunan yaitu classmeet. Pada tahun 2025 acara classmeet diadakan selama 3 hari pada tanggal 15-17 Desember. Acara ini diadakan setelah Asesmen Sumatif Akhir Semester Gasal, dengan tujuan melepaskan penat dan kejenuhan siswa/i setelah mengikuti proses penilaian akademik yang panjang. Acara ini juga membangun kebersamaan dan semangat persaudaraan antar warga sekolah.
Pada hari pertama classmeet diawali dengan perlombaan e-sport mobile legend dan dilanjutkan dengan permainan pos. Rangkaian acara diikuti dengan antusiasme para murid, membuat atmosfer di SMP Tarakanita 3 terasa hangat dan bahagia.
Di hari kedua, perlombaan seni. Mulai dari lomba instrumen, menyanyi solo, dan senam kreasi. Setiap peserta tampil dengan baik dan mengeluarkan setiap potensi yang dimilikinya. Para peserta memberi hiburan sekaligus mengembangkan percaya diri, dan bakat yang ada di dalam dirinya.
Classmeet diakhiri dengan pertandingan olahraga antar kelas, yaitu bola tangan putri, dan basket putra. Pertandingan diikuti oleh setiap perwakilan kelas dengan baik dan adil. Pertandingan ini mendorong peserta didik untuk mengembangkan kemampuan bekerja sama dalam tim dan kejujuran dengan tidak bertindak curang.
Classmeet bukan hanya tentang pertandingan antar kelas namun juga tentang membangun potensi yang ada di dalam diri, dan melatih kerja sama. Dari acara ini, diharapkan para murid dapat menggunakan bakatnya untuk hal-hal baik, dan terus berkembang setiap harinya.
SMP Tarakanita 3
16 Dec 2025
Pengakuan Dosa
oleh: Rafaela Gytha Anindya Prasetyo
Menjelang Natal, umat Katolik melakukan pengakuan dosa sebagai tanda pembersihan diri dari dosa. Momen ini dilakukan menyambut kedatangan dan kelahiran Mesias Sang Juru Selamat dengan bahagia dan sukacita.
Hari ini Selasa, 16 Desember 2025 Sekolah Tarakanita 3 wilayah Jakarta melakukan kegiatan Pengakuan Dosa sebagai wujud persiapan dengan rendah hati sebelum menyambut Natal. Kegiatan pengakuan dosa ini dilakukan bersama dengan keluarga SD, SMP, Bapak Ibu Karyawan yang beragama Katolik.
Pengakuan Dosa sekolah dihadiri oleh 3 Romo dari Blok B. Yaitu Romo Muji, Romo Pram, dan Romo Willy. Kesempatan ini menjadi momen berharga dan baik untuk mempersiapkan diri dan hati dalam menyambut kelahiran Yesus Kristus. Semoga ke depannya bisa menjadi pribadi yang lebih baik dan terhindar dari dosa. Tuhan Memberkati!
Aula SMP Tarakanita 3
12 Dec 2025
Seminar Bullying
Oleh Christin Olivia Tanone
Pada Jumat, 12 Desember 2025, SMP Tarakanita 3 melaksanakan Seminar Bullying yang diikuti oleh peserta didik kelas 7. Pembicara pada seminar kali ini, yaitu Bapak Yohanes Arianto. Pembawaannya yang seru, bermakna, dan sesuai dengan masalah yang dialami oleh remaja sekarang.
Seminar dimulai dengan siswa-siswi yang diminta untuk membuat lingkaran besar dan berhitung. Setelahnya mereka berhitung 1-6 untuk membagi kelompok. Siswa-siswi berkumpul dengan kelompoknya, lalu diberikan kertas besar dan spidol untuk menuliskan jawaban dari pertanyaan yang diberikan. Pertanyaan yang diberikan seputar bullying untuk mengukur seberapa paham siswa-siswi terkait bullying yang terjadi di sekitarnya. Seminar ini bertema bullying tetapi membahas secara luas tentang pertemanan yang baik dan cara membentuk diri sendiri dalam pertemanan.
Bullying merupakan suatu tindakan menyakiti orang lain dengan sengaja secara fisik (melibatkan kontak fisik antarpelaku dan korban), verbal (dengan kata kata), sosial (hubungan pertemanan), cyber bullying (dilakukan melalui teknologi digital) terhadap kelompok yang merasa lebih kuat kepada orang yang dianggap lemah secara berulang yang membuat korban merasa menderita. Pembullyan dimulai dari hal kecil yang tanpa disadari. Macam-macam bentuk bullying, yaitu mencubit, mengatakan kata kasar, menyebarkan foto tidak sononoh, mengucilkan, memfitnah, dan menyindir dengan tidak sopan. Tindakan bullying yang sudah berlebihan dapat diberikan pidana karena akan berpengaruh terhadap kehidupan korban.
Remaja sekarang melakukan bullying tentunya dengan berbagai penyebab seperti dari keluarganya yang tidak bisa memberikan lingkungan nyaman, penderita masa lalu yang ternyata pernah dibully, keinginan diri untuk melakukan pembullyan dalam bentuk pelampiasan emosinya, rasa iri terhadap korban, dan lainnya. Sebenarnya orang yang melakukan bullying merupakan orang yang tidak memiliki kekuatan atau tidak berdaya. Tentunya kejadian seperti ini menimbulkan dampak negatif untuk pelaku dan penderita. Dampak negatif pelaku, yaitu putus sekolah, kriminalitas tinggi, kebiasaan melakukan kejahatan yang akan berkelanjutan. Dampak negatif bagi penderita, yaitu trauma seumur hidup, menjadi lebih individual, kepercayaan terhadap orang lain berkurang, depresi, bahkan timbul pemikiran untuk bunuh diri.
Solusi dari bullying, yaitu menceritakan pada orang yang dipercaya (orang tua, teman dekat), mengabaikan penindasan dan menjauhinya, meningkatkan keberanian dan rasa percaya diri, memberi perlawanan, serta membantu teman yang menjadi korban. Tidak perlu merasa hebat menjadi pembully. Kita sebagai siswa-siswi diajarkan untuk saling mengasihi dan memperlakukan orang lain seperti diri sendiri. Tindakan yang dilakukan saat ini akan berdampak buruk untuk ke depannya khususnya bagi korban.

15 Dec 2025