<span id="docs-internal-guid-543933aa-7fff-20bc-76f6-72240df62408"><p dir="ltr" style="line-height:1.38;text-align: center;margin-top:0pt;margin-bottom:0pt;"><span style="font-size: 12pt; font-family: Arial, sans-serif; background-color: transparent; font-weight: 700; font-variant-numeric: normal; font-variant-east-asian: normal; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;">Seminar Bullying </span></p><p dir="ltr" style="line-height:1.38;text-align: center;margin-top:0pt;margin-bottom:0pt;"><span style="font-size: 12pt; font-family: Arial, sans-serif; background-color: transparent; font-variant-numeric: normal; font-variant-east-asian: normal; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;">Oleh Christin Olivia Tanone </span></p><br><p dir="ltr" style="line-height:1.38;text-indent: 36pt;text-align: justify;margin-top:0pt;margin-bottom:0pt;"><span style="font-size: 12pt; font-family: Arial, sans-serif; background-color: transparent; font-variant-numeric: normal; font-variant-east-asian: normal; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;">Pada Jumat, 12 Desember 2025, SMP Tarakanita 3 melaksanakan Seminar </span><span style="font-size: 12pt; font-family: Arial, sans-serif; background-color: transparent; font-style: italic; font-variant-numeric: normal; font-variant-east-asian: normal; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;">Bullying </span><span style="font-size: 12pt; font-family: Arial, sans-serif; background-color: transparent; font-variant-numeric: normal; font-variant-east-asian: normal; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;">yang diikuti oleh peserta didik kelas 7. Pembicara pada seminar kali ini, yaitu Bapak Yohanes Arianto. Pembawaannya yang seru, bermakna, dan sesuai dengan masalah yang dialami oleh remaja sekarang. </span></p><p dir="ltr" style="line-height:1.38;text-indent: 36pt;text-align: justify;margin-top:0pt;margin-bottom:0pt;"><span style="font-size: 12pt; font-family: Arial, sans-serif; background-color: transparent; font-variant-numeric: normal; font-variant-east-asian: normal; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;">Seminar dimulai dengan siswa-siswi yang diminta untuk membuat lingkaran besar dan berhitung. Setelahnya mereka berhitung 1-6 untuk membagi kelompok. Siswa-siswi berkumpul dengan kelompoknya, lalu diberikan kertas besar dan spidol untuk menuliskan jawaban dari pertanyaan yang diberikan. Pertanyaan yang diberikan seputar </span><span style="font-size: 12pt; font-family: Arial, sans-serif; background-color: transparent; font-style: italic; font-variant-numeric: normal; font-variant-east-asian: normal; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;">bullying</span><span style="font-size: 12pt; font-family: Arial, sans-serif; background-color: transparent; font-variant-numeric: normal; font-variant-east-asian: normal; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;"> untuk mengukur seberapa paham siswa-siswi terkait </span><span style="font-size: 12pt; font-family: Arial, sans-serif; background-color: transparent; font-style: italic; font-variant-numeric: normal; font-variant-east-asian: normal; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;">bullying</span><span style="font-size: 12pt; font-family: Arial, sans-serif; background-color: transparent; font-variant-numeric: normal; font-variant-east-asian: normal; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;"> yang terjadi di sekitarnya. Seminar ini bertema </span><span style="font-size: 12pt; font-family: Arial, sans-serif; background-color: transparent; font-style: italic; font-variant-numeric: normal; font-variant-east-asian: normal; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;">bullying</span><span style="font-size: 12pt; font-family: Arial, sans-serif; background-color: transparent; font-variant-numeric: normal; font-variant-east-asian: normal; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;"> tetapi membahas secara luas tentang pertemanan yang baik dan cara membentuk diri sendiri dalam pertemanan. </span></p><p dir="ltr" style="line-height:1.38;text-indent: 36pt;text-align: justify;margin-top:0pt;margin-bottom:0pt;"><span style="font-size: 12pt; font-family: Arial, sans-serif; background-color: transparent; font-style: italic; font-variant-numeric: normal; font-variant-east-asian: normal; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;">Bullying</span><span style="font-size: 12pt; font-family: Arial, sans-serif; background-color: transparent; font-variant-numeric: normal; font-variant-east-asian: normal; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;"> merupakan suatu tindakan menyakiti orang lain dengan sengaja secara fisik (melibatkan kontak fisik antarpelaku dan korban), verbal (dengan kata kata), sosial (hubungan pertemanan), </span><span style="font-size: 12pt; font-family: Arial, sans-serif; background-color: transparent; font-style: italic; font-variant-numeric: normal; font-variant-east-asian: normal; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;">cyber bullying</span><span style="font-size: 12pt; font-family: Arial, sans-serif; background-color: transparent; font-variant-numeric: normal; font-variant-east-asian: normal; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;"> (dilakukan melalui teknologi digital) terhadap kelompok yang merasa lebih kuat kepada orang yang dianggap lemah secara berulang yang membuat korban merasa menderita. Pembullyan dimulai dari hal kecil yang tanpa disadari. Macam-macam bentuk </span><span style="font-size: 12pt; font-family: Arial, sans-serif; background-color: transparent; font-style: italic; font-variant-numeric: normal; font-variant-east-asian: normal; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;">bullying, </span><span style="font-size: 12pt; font-family: Arial, sans-serif; background-color: transparent; font-variant-numeric: normal; font-variant-east-asian: normal; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;">yaitu mencubit, mengatakan kata kasar, menyebarkan foto tidak sononoh, mengucilkan, memfitnah, dan menyindir dengan tidak sopan. Tindakan</span><span style="font-size: 12pt; font-family: Arial, sans-serif; background-color: transparent; font-style: italic; font-variant-numeric: normal; font-variant-east-asian: normal; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;"> bullying</span><span style="font-size: 12pt; font-family: Arial, sans-serif; background-color: transparent; font-variant-numeric: normal; font-variant-east-asian: normal; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;"> yang sudah berlebihan dapat diberikan pidana karena akan berpengaruh terhadap kehidupan korban. </span></p><p dir="ltr" style="line-height:1.38;text-indent: 36pt;text-align: justify;margin-top:0pt;margin-bottom:0pt;"><span style="font-size: 12pt; font-family: Arial, sans-serif; background-color: transparent; font-variant-numeric: normal; font-variant-east-asian: normal; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;">Remaja sekarang melakukan </span><span style="font-size: 12pt; font-family: Arial, sans-serif; background-color: transparent; font-style: italic; font-variant-numeric: normal; font-variant-east-asian: normal; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;">bullying </span><span style="font-size: 12pt; font-family: Arial, sans-serif; background-color: transparent; font-variant-numeric: normal; font-variant-east-asian: normal; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;">tentunya dengan berbagai penyebab seperti dari keluarganya yang tidak bisa memberikan lingkungan nyaman, penderita masa lalu yang ternyata pernah dibully, keinginan diri untuk melakukan pembullyan dalam bentuk pelampiasan emosinya, rasa iri terhadap korban, dan lainnya. Sebenarnya orang yang melakukan </span><span style="font-size: 12pt; font-family: Arial, sans-serif; background-color: transparent; font-style: italic; font-variant-numeric: normal; font-variant-east-asian: normal; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;">bullying</span><span style="font-size: 12pt; font-family: Arial, sans-serif; background-color: transparent; font-variant-numeric: normal; font-variant-east-asian: normal; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;"> merupakan orang yang tidak memiliki kekuatan atau tidak berdaya. Tentunya kejadian seperti ini menimbulkan dampak negatif untuk pelaku dan penderita. Dampak negatif pelaku, yaitu putus sekolah, kriminalitas tinggi, kebiasaan melakukan kejahatan yang akan berkelanjutan. Dampak negatif bagi penderita, yaitu trauma seumur hidup, menjadi lebih individual, kepercayaan terhadap orang lain berkurang, depresi, bahkan timbul pemikiran untuk bunuh diri. </span></p><span style="font-size: 12pt; font-family: Arial, sans-serif; background-color: transparent; font-variant-numeric: normal; font-variant-east-asian: normal; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;">Solusi dari </span><span style="font-size: 12pt; font-family: Arial, sans-serif; background-color: transparent; font-style: italic; font-variant-numeric: normal; font-variant-east-asian: normal; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;">bullying, </span><span style="font-size: 12pt; font-family: Arial, sans-serif; background-color: transparent; font-variant-numeric: normal; font-variant-east-asian: normal; vertical-align: baseline; white-space: pre-wrap;">yaitu menceritakan pada orang yang dipercaya (orang tua, teman dekat), mengabaikan penindasan dan menjauhinya, meningkatkan keberanian dan rasa percaya diri, memberi perlawanan, serta membantu teman yang menjadi korban. Tidak perlu merasa hebat menjadi pembully. Kita sebagai siswa-siswi diajarkan untuk saling mengasihi dan memperlakukan orang lain seperti diri sendiri. Tindakan yang dilakukan saat ini akan berdampak buruk untuk ke depannya khususnya bagi korban. </span></span>